Explore Zona Dewasa

Cerita Parodi Pinokio XXX - Ngentot Anal dan Memek 4

 Topoin.com - “Pinokio, kamu kan sudah tahu segala hal tentang pria, sekarang aku mau lanjutkan tentang wanita”, kata si peri.

Pinokio mengangguk dan tambah ingin tahu.
“Aku adalah peri tapi tubuhku sama persis dengan wanita, jadi kau lihat saja tubuhku agar kau bisa mengerti”, lanjut si peri.

Pinokio tambah gusar dan makin tak sabar lagi. Si peri lalu berdiri dan melepaskan semua pakaian yang dikenakannya. Hingga tak seutas benangpun menempel di tubuhnya. Pinokio terbelalak melihat setiap lekuk dan detil tubuh si peri. Ia terpesona dengan keindahan tubuh si peri.


Putih kulitnya, bersih lagi halus. Tak ada kerut maupun keriput. Ditumbuhi bulu-bulu halus yang hampir tak nampak. Namun pasti akan terasa bila dapat menyentuhnya. Tak ada bercak ataupun cacat sedikitpun. Kulit yang ideal bagi seorang wanita.

Semua bagian terletak pada tempatnya dengan tepat. Dua buah dadanya pas dengan badannya, tak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil. Seimbang dan tak berat sebelah. Dihiasi puting yang mempesona. Keduanya tampak kencang dan menggairahkan.

Si peri juga memiliki perut yang rata. Tidak terlalu kurus dan tak terlalu gemuk. Berhias lubang pusar yang menarik. Berpadu dengan pinggul yang meliuk menyambung kedua belah pantatnya yang membuat ngiler siapapun yang melihatnya. Benar-benar pas bagai sebuah patung yang dipahat dengan cermat.

Kedua paha dan kakinya jenjang lurus dan klop dengan ukuran tubuhnya. Tak ada kelebihan lemak atau apapun yang membuatnya menjadi tak sempurna lagi. Diantara kedua pahanya tampak bulu-bulu kemaluannya yang tipis. Melindungi rahasia kemaluannya yang berwarna pink itu.

Pinokio hanya dapat menelan air ludah saja melihat kesemuanya itu. Ia seperti terhipnotis oleh pemandangan yang menggiurkan. Semua fantasi, imajinasi dan khayalan gambaran tubuh wanita yang ada di kepalanya kalah jauh dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Pinokio tak perlu mengucapkan sepatah kata pun. Penisnya menjawab seluruh respon dari pemandangan yang ada di depannya. Penisnya mendongkak, membesar, memanjang dan keras. Lebih besar, panjang dan keras daripada sebelum-sebelumnya. Nafasnya berderu seiring hasrat dan nafsu yang tancap gas tanpa rem.

“Apakah aku bermimpi?”, seru Pinokio.
Ia menampar mukanya sendiri dan merasakan kesakitan.
“Oh, aku tidak bermimpi, ini benar-benar nyata”, kata Pinokio.
“Kamu tidak bermimpi Pinokio!”, ujar si peri menyadarkan Pinokio.
“Pinokio, apakah kamu siap melanjutkan pelajaran atau hanya melotot saja?”, tanya si peri sambil duduk seranjang dengan Pinokio. Duduk tepat dihadapan Pinokio.



“Sssi.. Si.. Siap!”, jawab Pinokio terbata-bata.
“Siap apanya? Siap melotot terus ya?”, goda si peri sambil tersenyum ramah.
Meski hasratnya sudah melampaui ambang batas tapi Pinokio masih menaruh hormat dan malu pada si peri. Muka Pinokio memerah dan agak ia tundukkan.
“Si.. Siap belajar peri!”, jawab Pinokio sambil mengkonsentrasikan pikirannya pada pelajaran yang akan diberikan oleh si peri.
“Baik akan saya lanjutkan, ..”, terang si peri yang berkelanjutan dengan menerangkan setiap detil organ tubuh wanita.

Setiap anggota tubuh yang ia miliki ia tunjukkan pada Pinokio. Pinokio manggut-manggut sambil menalar semua penjelasan si peri. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Parodi Pinokio XXX - Ngentot Anal dan Memek 4"

Posting Komentar